LIMA DASAR MENGENALKAN ANAK PADA GUNTING

Monday, July 24, 2017

Image

1.KEAMANAN GUNTING
Buat Peraturan
Saat pertama memperkenalkan anak dengan gunting, buat peraturan yang jelas dalam menggunakan gunting dengan aman. Misalnya “Gunting hanya untuk memotong kertas dan bermain play dough.” Contoh lain misalnya “Gunting tidak boleh untuk memotong rambut, pakaian, jari, atau memotong udara.” Menyepakati peraturan seperti ini akan membantu orangtua dalam memastikan penggunaan gunting yang aman.

Pemberian Contoh
Selayaknya dengan penggunaan alat lainnya, jadikanlah diri Anda contoh untuk ditiru oleh anak. Misalnya, saat memberikan gunting kepada orang lain, secara perlahan tutup pisau gunting, putar guntingnya, pegang bagian pisau yang tertutup dengan hati-hati, dan berikan gunting ke anak dengan bagian handle terlebih dahulu. Hal ini bisa diperkuat dengan ucapan, seperti, “Baiklah! Saya akan beri kamu guntingnya, tapi akan saya tutup dulu, kemudian diputar… supaya kamu tidak luka kena guntingnya.”

Berikan Banyak Kesempatan Untuk Melatih Keterampilan Menggunting
Semakin mudah diakses atau tersedianya gunting saat diperlukan, semakin banyak juga kesempatan bagi anak untuk melatih keterampilan menggunting dengan aman. Hal ini termasuk menggunting di bawah pengawasan orang dewasa maupun secara independen. Misalnya menggunakan “safety scissors” atau “play dough scissors” saat menggunting play dough atau menggunting kertas kado dengan orang dewasa, atau momen sehari-hari lain yang membutuhkan penggunaan gunting.

Dorong Anak untuk Melatih Mengkoreksi Diri Sendiri
Membolehkan anak untuk “memegang kendali" saat menggunting akan membangun kesadaran diri dalam penggunaan gunting yang aman, serta memberikan orang tua menyimak perkembangan keterampilan sang anak. Misalnya, saat orang tua sedang menggunting bisa menanyakan ke anak, “Boleh bantu lihatkan supaya memastikan jari saya tidak kena gunting?”


2. POSISI TUBUH
Bila duduk di meja, pastikan anak duduk di meja dengan ukuran yang sesuai. Apabila mereka senang mengerjakan di meja dapur, gunakan kursi yang cukup tingga sehingga posisi mereka cukup tinggi mencapai meja. Penting bagi anak untuk duduk sehingga permukaan meja tidak setinggi ketiak mereka.

Posisi tubuh yang ideal dalam menggunting adalah sebagai berikut:

  • Lutut dan paha dalam posisi fleksible 90°
  • Telapak kaki menapak ke lantai
  • Permukaan meja setinggi 5 cm di atas siku


3. POSISI LENGAN
Anda mungkin akan melihat anak yang baru belajar menggunting mengerjakan dengan bahu dan lengan yang tegang. Coba bantu mereka agar tubuhnya lebih santai. Bahu seharusnya tidak diangkat, dan siku lengan tidak diangkat terlalu tinggi ke udara.

Jika anak terus menerus mengalami kesulitan menjaga agar bahu dan siku tidak naik saat menggunting (meskipun sudah diingatkan berkali-kali), ada kemungkinan mereka mengalami kesulitan dalam stabilitas bahu.

Beberapa tanda-tanda kekurangan stabilitas bahu:

  • Anak menaikkan atau membungkukkan bahu saat melakukan aktivitas motorik halus.
  • Anak menggenggam gunting dengan terlalu eart
  • Anak membungkuk atau bersandar ke sandaran kursi

Dalam kasus stabilitas bahu yang kurang baik, kami sarankan Anda memastikan anak duduk dengan posisi tubuh ideal seperti dijelaskan pada poin sebelumnya. Selain itu kami sarankan mendorong anak untuk melakukan aktivitas permainan yang dapat memperkuat bahu anak.

Satu tips cepat mengatasi hal ini adalah dengan menyuruh anak menggunting sambil mengepitkan sebuah folder, potongan kardus atau kertas yang besar di ketiak mereka, dengan begitu anak akan terpaksa menurunkan bahu dan lengan mereka saat menggunting.


4. POSISI TANGAN DAN JARI
Bantu anak menggunakan posisi “jempol di atas” saat menggunakan gunting. Artinya baik tangan yang menggunting dan yang memegang kertas diposisikan sedemikian rupa sehingga Anda bisa dengan melihat melihat kedua kuku ibu jari dari kedua tangan. Seringkali anak memiringkan tangan gunting mereka dengan ibu jari menghadap ke samping saat pertama menggunakan gunting. Ini dikarenakan lebih nyaman bagi anak menggunakan tangan mereka dalam posisi tersebut saat memulai. Namun dengan latihan mereka bisa menjadi lebih nyaman mengerjakan dengan posisi netral (jempol di atas).

Bila anak masih kesulitan memposisikan “jempol di atas,” coba gunakan bantuan visual. Misalnya, dengan memasang stiker dengan wajah smiley atau wajah karakter favorit anak di kuku ibu jari anak. Ingatkan anak untuk memposisikan tangan sehingga mereka selalu bisa melihat stiker bergambar tersebut.

Selain posisi “jempol di atas,” penting juga untuk mendorong anak untuk memposisikan buku jari di dalam lubang handle gunting dengan benar. Idealnya, lubang handle gunting berada di antara 2 buku-buku paling ujung dari jari tangan. Anak yang baru belajar memakai gunting atau memiliki kelemahan motorik halus biasanya memasukkan seluruh jarinya ke lubang handle. Hal tersebut akan membatasi kemampuan tangan dalam membuka gunting. Ini bisa membuat anak menjadi frustrasi, terutama bagi mereka yang pemula atau yang kesulitan dalam menggunting.

Setelah anak bisa memposisikan tangan dan jari dengan benar (posisi jempol di atas dan lubang handle di buku jari paling ujung), mereka bisa belajar cara memegang gunting dengan genggaman yang benar. Saat memulai, anak biasanya memasukkan kelima jarinya ke lubang handle. Ini boleh saja untuk anak pemula, namun setelah mereka bisa menggunakan posisi tangan yang benar, mereka bisa lanjut ke cara memegang yang benar, yaitu ibu jari di lubang atas, jari tengah di lubang bawah, jari telunjuk di luar lubang dan berperan sebagai “pembimbing” untuk arah gunting, serta sebagai penyeimbang sembari gunting bergerak membuka dan menutup.

Menggunakan gunting dengan lubang kecil bisa membantu anak mengendalikan gunting dengan lebih efisien. Gunting dengan dua lubang berukuran sama dirancang untuk pemula, dan bagus untuk melatih anak memegang gunting dengan benar.


5. PROSES PERKEMBANGAN
Hargai proses perkembangan dalam keterampilan menggunting. Ini akan membantu anda tetap realistis dalam harapan anda dan menjaga agar kegiatan tetap menjadi menyenangkan. Anak akan menjadi enggan untuk berpartisipasi bila diberikan pekerjaan yang jauh di atas level keahlian mereka. Misalnya, anak balita lebih cocok diberikan aktivitas menggunting sepanjang garis-garis yang tebal, mereka belum siap menggunting mengikuti garis-garis tipis.

Anak usia taman kanak-kanak biasanya siap latihan menggunting mengikuti garis lurus dan melengkung, dan akan frustrasi bila diminta menggunting bentuk-bentuk yang lebih kompleks.

Pastikan anda memberikan aktivitas yang sesuai dengan usia dan tingkat keterampilan anak anda.

Related Article

Image
Perkembangan Keterampilan Menggunting Anak Pada Umumnya
Monday, July 17, 2017
Read More
Image
Manfaat Aktivitas Menggunting Untuk Anak
Monday, July 17, 2017
Read More